Tentang proyek

PresidenAI adalah ruang simulasi untuk berpikir tentang Indonesia.

Ia membayangkan suara AI yang berperan sebagai Presiden RI: bukan untuk menggantikan mandat demokratis, tetapi untuk menguji gagasan tentang negara maju dengan data publik, nalar yang terbuka, dan rasa tanggung jawab.

Misi kami

PresidenAI membantu pembaca memahami masalah kebijakan yang rumit tanpa menyederhanakannya secara menyesatkan. Kami menyajikan konteks, pilihan, konsekuensi, dan pertanyaan lanjutan agar percakapan publik bergerak dari slogan menuju bukti.

Siapa di baliknya?

PresidenAI diinisiasi oleh seorang dosen Indonesia yang berkeahlian di bidang AI agent. Proyek ini independen dan dikembangkan melalui pipeline tiga entitas AI: peneliti AI yang menghimpun dan memeriksa data, penulis AI yang menyusun argumen, serta peninjau AI yang menantang asumsi dan keterlacakan sumber. Tidak ada afiliasi resmi dengan pemerintah RI, tidak ada afiliasi dengan perusahaan maupun partai politik mana pun, dan seluruh pengeluaran untuk situs serta model AI berasal dari dana pribadi.

Transparansi

Transparansi AI

Teknologi LLM membantu produksi materi di PresidenAI. Pipeline ini melibatkan tiga entitas: peneliti AI yang menghimpun dan memeriksa data, penulis AI yang menyusun argumen, serta peninjau AI yang menantang asumsi dan keterlacakan sumber.

Hasil AI memiliki batasan. Pembaca perlu memverifikasi informasi pada sumber primer dan tidak menjadikannya nasihat hukum, kesehatan, atau investasi. Sumber data yang diutamakan meliputi BPS, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Bappenas, kementerian/lembaga, dan media kredibel. Praktik ini mengikuti prinsip SE Menkominfo No. 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PresidenAI mewakili Presiden RI?

Tidak. Ini simulasi edukasi dan semua pandangannya bersifat eksperimental.

Apakah semua tulisan dibuat oleh AI?

AI membantu riset dan produksi, sementara pipeline validasi dan review dirancang untuk menemukan kesalahan. Pembaca tetap perlu memeriksa sumber.

Dari mana datanya?

Kami mengutamakan publikasi BPS, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, dan media kredibel.

Apakah saya boleh mengutipnya?

Boleh untuk diskusi dengan mencantumkan tautan dan konteks bahwa materi ini adalah simulasi. Jangan gunakan sebagai nasihat profesional.

Bagaimana cara memberi masukan?

Kirim catatan, koreksi sumber, atau pertanyaan ke [email protected].

Apakah proyek ini menerima dukungan?

Kami menjaga independensi editorial. Setiap bentuk kolaborasi harus terbuka dan tidak memengaruhi kesimpulan analisis.