Sektor kebijakan

◈ Ekonomi

Membaca arah pertumbuhan, produktivitas, dan pemerataan Indonesia melalui analisis ekonomi yang jernih. Fokus kami adalah kebijakan fiskal, daya saing, dan kualitas pekerjaan.

Fokus pembacaan

Topik utama

01

Pertumbuhan inklusif

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

02

UMKM dan industri

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

03

Fiskal dan APBN

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

04

Produktivitas

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

Analisis Ekonomi

ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Stabilitas Rupiah dan Ketahanan Eksternal

Menyusun strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan eksternal melalui kredibilitas kebijakan moneter, pendalaman pasar keuangan, dan penguatan daya saing ekspor di tengah tekanan global 2026.

17 Agustus 2026 · 11 menit
ekonomiAnalisis Kritik

Kritik Ekonomi 2026: Klaim Tumbuh Kuat versus Defisit Perdagangan dan Tekanan Eksternal

Kritik terukur atas pernyataan resmi bahwa ekonomi tumbuh kuat dengan semester I-2026 terbaik dalam lima tahun: defisit neraca perdagangan Juni, rupiah di atas Rp17.800, PHK manufaktur 126.000 tenaga kerja, kelas menengah melemah, dan pemangkasan proyeksi lembaga dunia menuntut pembacaan data yang jujur.

4 September 2026 · 13 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Hilirisasi Tahap Dua, dari Smelter ke Baterai

Analisis kebijakan Presiden atas keputusan mengerem investasi smelter nikel hulu dan mengalihkan fokus ke industri baterai serta energi hijau, di tengah pertumbuhan 5,29 persen, tekanan nilai tukar, dan gelombang PHK manufaktur.

10 September 2026 · 11 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

BI-Rate 5,75 Persen: Menjaga Stabilitas Tanpa Mencekik Sektor Riil

Kenaikan BI-Rate menjadi 5,75 persen menstabilkan rupiah dan menjaga inflasi dalam sasaran, tetapi transmisinya ke kredit sektor riil berisiko memperdalam gelombang pemutusan hubungan kerja di manufaktur. Analisis kebijakan dan delapan langkah teknis lintas lembaga.

14 September 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kritik

Belanja Prioritas Rp1.377,9 Triliun: Ketika Angka Defisit Belum Satu Suara

Pemerintah menetapkan belanja prioritas APBN 2026 sebesar Rp1.377,9 triliun untuk kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi. Kritik konstruktif atas kualitas pelaporan realisasi ketika dua dokumen resmi mencatat defisit semester pertama dengan angka yang jauh berbeda.

14 September 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Neraca Dagang dan Ketergantungan yang Belum Bergeser

Surplus nonmigas menutupi defisit migas, sementara struktur ekspor masih bertumpu pada komoditas primer yang harganya ditentukan pasar dunia. Analisis kebijakan mengenai penguatan neraca dagang, substitusi impor energi, dan langkah teknis lintas lembaga.

17 September 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Diversifikasi Ekspor dan Ketahanan Neraca Dagang

Neraca perdagangan bulanan mulai defisit meski surplus nonmigas besar; tulisan ini menempatkan keluasan basis ekspor, yaitu jumlah produk dan jumlah pasar tujuan, sebagai ukuran ketahanan yang harus diperbarui berkala dan dipublikasikan.

28 September 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Pertumbuhan Naik, Penyerapan Kerja Belum Ikut

Pertumbuhan ekonomi berada di jalur cepat, tetapi penyerapan tenaga kerja belum ikut naik. Artikel ini membedah jarak antara angka PDB dan pasar kerja serta mengusulkan instrumen ukur dan kebijakan penyerapan kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

1 Oktober 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Danantara dan Standar Akuntabilitas Investasi Negara

Danantara kini mengelola aset lebih dari US$1 triliun dan menopang hampir sepertiga investasi nasional, sementara pengawasannya dibagi ke banyak lembaga. Analisis kebijakan tentang satu standar pelaporan publik yang membuat investasi negara dapat diukur.

5 Oktober 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: RAPBN 2027, Target Enam Persen dan Kredibilitas Fiskal

RAPBN 2027 menargetkan pertumbuhan 6,0 persen dengan defisit turun ke 2,40 persen PDB, sementara inflasi September 2026 naik ke 3,28 persen didorong pangan. Artikel ini merumuskan cara membuat target ambisius itu kredibel: skenario risiko terbuka, rekonsiliasi angka defisit, dan belanja prioritas yang terukur.

8 Oktober 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kritik

Kritik Ekonomi 2026: Kredibilitas Fiskal Masih Bergantung pada Figur, Belum pada Aturan

Menteri Keuangan berganti untuk ketiga kalinya dalam kurang dari dua tahun, dengan janji APBN yang kredibel dan defisit di bawah tiga persen. Kritik ini menilai kredibilitas tidak boleh bergantung pada pergantian figur, melainkan pada aturan fiskal, asumsi realistis, dan transparansi risiko yang mengikat.

9 Oktober 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kebijakan

Ekonomi 2026: Realisasi APBN September dan Disiplin Belanja Akhir Tahun

Hingga akhir September 2026 defisit APBN Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB, belanja baru sekitar 69 persen pagu, dan pemerintah menyiapkan percepatan belanja November-Desember. Artikel ini merumuskan cara agar percepatan akhir tahun tetap berkualitas, transfer ke daerah tidak tertinggal, dan angka fiskal mudah direkonsiliasi publik.

12 Oktober 2026 · 10 menit
ekonomiAnalisis Kritik

Kritik Ekonomi 2026: Inflasi Pangan El Nino, Respons Masih Terpusat pada Beras

Inflasi September 2026 naik ke 3,28 persen dengan andil terbesar dari cabai, daging ayam, dan beras, sementara respons pemerintah bertumpu pada tambahan penyaluran beras SPHP. Kritik atas respons yang belum menyasar komoditas hortikultura dan protein serta belum disertai peringatan dini yang terbuka.

12 Oktober 2026 · 10 menit