Konsolidasi Fondasi
Menstabilkan ekonomi makro, menuntaskan agenda wajib pemerintahan, dan membangun disiplin fiskal sebagai prasyarat pertumbuhan tinggi. Target mengacu RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita.
Ekonomi
- Pertumbuhan 5,5–6,5% per tahun menuju 8%
- Rasio penerimaan pajak naik menuju 12% PDB (target pajak 2026 Rp2.693 triliun)
- Defisit APBN terjaga ≤3% PDB; APBN 2026 ditargetkan 2,48–2,53%
- Kemiskinan turun ke 4–4,5%; gini <0,37
Pendidikan
- Prevalensi stunting turun menuju target RPJMN 14,2% pada 2029
- Makan Bergizi Gratis menjangkau anak sekolah & ibu hamil secara nasional
- Skor PISA naik signifikan dari baseline 2022
- Kepastian guru honorer (SE Mendikdasmen 7/2026); rekrutmen ASN guru
Kesehatan
- Cakupan JKN 98%+ dengan pembiayaan sehat berkelanjutan
- Eliminasi TB 2030: inisiasi pengobatan menuju 95%, pelacakan 100% kontak erat
- Cek Kesehatan Gratis & layanan primer diperkuat
- Stunting & underweight sebagai prioritas intervensi gizi
Infrastruktur
- IKN berfungsi sebagai ibu kota politik (target 2028)
- Ruas tol strategis & logistik nasional beroperasi
- Perbaikan jalan rusak sesuai target Kementerian PU
- Air minum & sanitasi diperluas; KPBU masif
Digitalisasi & AI
- Satu Data Indonesia beroperasi penuh; SPBE level 4+
- Kapasitas data center menembus 1,65 GW (target 2026)
- Pusat Data Nasional & keamanan siber berlapis
- Layanan publik digital merata
Birokrasi
- Penghapusan eselon III/IV tuntas dengan ASN berbasis talenta
- Skema single salary disiapkan (belum berlaku)
- Gelombang pensiun ASN 2026–2030 dikelola dengan rekrutmen terencana
- Layanan publik digital & anti-pungli
Energi
- B40 menuju B50; bauran EBT naik dari ±14% menuju 19–23%
- Hilirisasi diperluas ke 22+ komoditas bernilai tambah
- Restart proyek gas Tuna Natuna; ketahanan pasokan energi
- Elektrifikasi & jaringan listrik andal
Pangan
- Produksi padi stabil 55+ juta ton GKG (2025: 60,21 juta ton)
- Cadangan Beras Pemerintah ≥3 juta ton (Agustus 2026: 5,25 juta ton)
- Satu harga beras SPHP; impor hanya untuk gejolak
- Swasembada gula menuju 3 juta ton
Hukum & Anti Korupsi
- Skor CPI naik dari 34 (2025) ke 40+
- Penindakan korupsi berbasis pemulihan aset
- Reformasi regulasi & kepastian hukum
Riset & Teknologi
- Anggaran riset naik menuju 1,5% PDB (baseline ±0,3%)
- BRIN & RIIM diperkuat (anggaran riset nasional 2026: Rp1,9 triliun + tambahan Rp4 triliun)
- Program riset kebijakan PRIMA berjalan
- Hilirisasi hasil riset ke industri
Luar Negeri
- Politik luar negeri bebas-aktif yang terukur
- Keanggotaan BRICS aktif; aksesi OECD dalam tinjauan teknis (Juli 2026)
- Aksesi CPTPP ditargetkan rampung 2027
- Perlindungan WNI & diplomasi ekonomi (tarif AS 19%)
Pertahanan
- Optimum Essential Force terpenuhi 100% pada akhir 2029
- Anggaran fungsi pertahanan APBN 2026: ±Rp337 triliun (+37%)
- Rafale (42 unit), M-346F (12 unit), KF-21
- Kapal selam Scorpène dibangun di PT PAL; industri pertahanan ber-TKDN